Sabtu, 23 Maret 2013

Desain dan Strategi Pembelajaran


BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Batik adalah hasil kebudayaan bangsa Indonesia yang memiliki nilai tinggi. Banyak daerah di Indonesia mengembangkan batik dengan gaya, corak, motif, dan pewarnaan tradisional yang khas. Pada zaman sekarang batik merupakan suatu budaya dan kesenian yang sedang menjadi bahan pembicaraan dan juga sering dipakai dalam segala keperluan. Hal ini dikarenakan, batik sebagai kekayaan budaya bangsa diakui oleh UNESCO sebagai seni budaya Indonesia. Oleh sebab itu perlu penekanan khusus pendidikan seni yang mengenalkan keragaman budaya bangsa khususnya tentang batik. Secara yuridis keberadaan pendidikan seni budaya seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003, pada pasal 4 ayat 1 yang mengatur tentang prinsip penyelenggaraan pendidikan yang mempertimbangkan nilai-nilai kultural masyarakat yang sangat beragam.
Pendidikan seni budaya dan keterampilan diberdayakan di sekolah agar dapat memberikan keterampilan kepada anak untuk mandiri di masyarakat sesuai konteks budayanya. Kurikulum Berbasis Kompetensi yang dikemas dalam KTSP dengan pendekatan pembelajaran konstektual akan memberikan kesempatan tiap daerah atau sekolah untuk ikut bertanggungjawab mengembangkan dan melestarikan seni budaya tradisi/lokal di tiap daerah tempat sekolah tersebut berada. Pendidikan keterampilan siap untuk membantu pengembangan anak dalam konsep pendekatan live skills yang menyiapkan anak untuk memiliki kecakapan hidup yang bermakna dan berguna di kemudian hari.
Mata pelajaran keterampilan pada dasarnya adalah suatu mata pelajaran yang menyenangkan dan mudah dipelajari jika disajikan secara tepat. Oleh sebab itu, mulai pendidikan dasar harus dikenalkan pendidikan seni  budaya dan keterampilan dengan konsep dan cara yang benar. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan pengalaman belajar siswa dengan pola, konsep, dan model baru yang dapat mengembangkan pengalaman estetis, berkreativitas, berapresiasi melalui pembelajaran seni.


B.     Rumusan Masalah
1.         Menemukan desain dan strategi pembelajaran yang tepat untuk Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan kelas VI SD/MI.
2.         Agar dapat mencapai tujuan pendidikan nasional.
C.     Tujuan
Penyusunan makalah ini bertujuan untuk menemukan desain dan strategi pembelajaran yang sesuai untuk Mata Pelajaran Seni dan Budaya kelas VI SD/MI sehingga siswa-siswa tersebut mampu mencapai standar kompetensi yaitu mengapresiasi karya seni rupa.
























BAB II
RANCANGAN
DESAIN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN


A.    Cover Buku











































B.     Silabus Seni Budaya dan Keterampilan kelas VI SD/MI Semester 1




C.    Contoh RPP



































D.    Desain dan Strategi Pembelajaran hasil rancangan Kelompok 1

Pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan kelas VI SD/MI yang akan kami buat rancangan desain dan strategi pembelajaran memiliki standar kompetensi mampu mengapresiasi karya seni rupa. Pembelajaran apresiasi bertujuan untuk mengembangkan kesadaran, pengalaman, dan penghargaan terhadap proses berkarya dan hasil karya seni. Kegiatan apresiasi dapat dilakukan melalui pengamatan, melakukan percobaan, diskusi, dan pembahasan hasil karya seni. Setelah itu kompetensi dasarnya adalah mengidentifikasi jenis motif hias pada karya seni rupa nusantara daerah lain. Indikator pencapaian kompetensi yaitu siswa mengamati beberapa gambar/foto/model ragam hias batik Nusantara daerah lain; mengidentifikasi ragam hias batik Nusantara daerah lain; dan mengidentifikasi teknik dan bahan pembuatan batik.
Metode Kegiatan
Karya batik merupakan salah satu karya seni yang banyak diminati oleh masyarakat apalagi jika desain dari karya tersebut unik dan menarik. Oleh karena itu, siswa perlu diberi tambahan pengetahuan dan keterampilan mengenai pengembangan desain batik dan pembelajaran batik. Pelatihan ini menggunakan metode:
1). Metode presentasi
            Metode ini digunakan untuk menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan macam-macam karya batik dan ciri khas dari batik tersebut. Presentasi verbal melalui ceramah dan tayangan, presentasi visual menyampaikan contoh produk dan contoh motif batik sebagai sumber ide penciptaan.
2) Metode Inkuiri
Inkuiri berasal dari kata to inquire yang berarti ikut serta, atau terlibat, dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan, mencari informasi, dan melakukan penyelidikan. Ia menambahkan bahwa pembelajaran inkuiri ini bertujuan untuk memberikan cara bagi siswa untuk membangun kecakapan-kecakapan intelektual (kecakapan berpikir) terkait dengan proses-proses berpikir reflektif. Pendekatan inkuiri yang digunakan adalah  Inkuiri Bebas yang Dimodifikasikan ( modified free inquiry approach).
            Pendekatan ini merupakan kolaborasi atau modifikasi dari dua pendekatan inkuiri sebelumnya, yaitu: pendekatan inkuiri terbimbing dan pendekatan inkuiri bebas. Meskipun begitu permasalahan yang akan dijadikan topik untuk diselidiki tetap diberikan atau mempedomani acuan kurikulum yang telah ada. Artinya, dalam pendekatan ini siswa tidak dapat memilih atau menentukan masalah untuk diselidiki secara sendiri, namun siswa yang belajar dengan pendekatan ini menerima masalah dari gurunya untuk dipecahkan dan tetap memperoleh bimbingan. Namun bimbingan yang diberikan lebih sedikit dari Inkuiri terbimbing dan tidak terstruktur. Namun, apabila ada siswa yang tidak dapat menyelesaikan permasalahannya, maka bimbingan dapat diberikan secara tidak langsung dengan memberikan contoh-contoh yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi, atau melalui diskusi dengan siswa dalam kelompok





























Rencana Pelaksanaan Pembelajaran [RPP]
Nama Sekolah           : SD
Mata Pelajaran          : Seni Budaya dan Keterampilan
Kelas/Semester          :VI/1
Topik/Tema               : Mengenal Batik
Alokasi Waktu           : 2 x 35 menit

A.    Standar Kompetensi:
Mengapresiasi karya seni rupa

B.     Kompetensi Dasar:
Mengidentifikasi jenis motif hias pada karya seni rupa Nusantara daerah lain

C.    Indikator:
1.         Siswa mengamati beberapa gambar/foto/model ragam hias batik Nusantara daerah lain;
2.         Mengidentifikasi ragam hias batik Nusantara daerah lain;
3.         Mengidentifikasi teknik dan bahan pembuatan batik.

D.    Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu mengenal berbagai macam jenis motif hias pada karya seni rupa Nusantara daerah lain

E.     Materi Ajar/Pembelajaran
Karya Seni Rupa

F.     Pendekatan dan Metode Pembelajaran

1.      Pendekatan  : Kontekstual
2.     Metode        : Presentasi
Inkuiri
Demontrasi
Diskusi Kelompok
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1
Tahapan
Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
Apersepsi/motivasi
·    Setelah mempersiapkan siswa untuk belajar, guru menarik perhatian siswa dengan menceritakan tentang batik.
·    Kemudian guru memerintahkan anak-anak untuk menemukan gambar batik yang sebelumnya telah disebarkan di dalam kelas tersebut.
·    Guru menunjuk beberapa siswa untuk memperlihatkan batik yang telah ditemukan.
·    Guru menambahkan informasi tentang batik yang telah ditemukan siswa tersebut.
·    Kemudian guru mulai memutarkan slide presentasi tentang macam-macam batik beserta teknik pembuatan batik
Kegiatan Inti
Presentasi materi
Guru mengenalkan batik melalui slide presentasi dan memutarkan video tentang pembuatan batik. Setelah itu guru tersebut menggunakan metode pembelajaran tebak gambar.
Langkah-langkah :
  1. Guru membagi kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang.
  2. Setelah itu masing-masing perwakilan kelompok maju ke depan untuk mengambil undian, untuk menentukan kelompok penebak gambar dan kelompok pemilik gambar. Kelompok pemilik gambar diberi gambar batik beserta petunjuk tentang gambar batik tersebut yang nantinya akan ditebak oleh Kelompok penenbak gambar.
  1. Jika Kelompok penebak gambar berhasil menebak maka Kelompok tersebut berhak mendapat gambar batik tersebut. Bila belum tepat maka kelompok tersebut boleh berpindah ke kelompok pemilik gambar lainnya untuk menebak gambar dari teman tersebut.
  2. Dan seterusnya
  3. Setelah semua kelompok penebak gambar berhasil menebak gambar, maka diadakan penukaran tugas kelompok. Kelompok yang semula menjadi penebak gambar menjadi pemilik gambar dan sebaliknya.
  4. Selanjutnya, ulangi langkah sebelumnya untuk menebak gambar.
Demonstrasi
Guru memerintahkan masing-masing kelompok untuk memaparkan gambar apa saja yang telah berhasil ia dapat.
Diskusi
Guru bertanya kepada siswa apa saja ciri-ciri dari gambar batik tersebut dan membandingkannya dengan ciri-ciri dari gambar batik yang lain.
Penutup
Overview/Simpulan
Guru merangkum dan memberitahukan tentang berbagai macam jenis motif batik dan teknik membuat batik.
Penghargaan/Penugasan
Memberikan penghargaan kepada seluruh siswa atas partisipasi aktifnya dalam belajar dan selanjutnya memberikan tugas rumah berupa mencari motif-motif batik di lingkungan sekitar rumah.

E.           Sumber, Alat, dan Media Pembelajaran
1.      Buku paket SBK standar isi 2006
2.      Model Karya seni rupa 3 dimensi dan 2 dimensi
3.      Gambar atau foto
F.           Penilaian:
Penilaian yang digunakan berbasis kelas dan menggunakan instrumen penilaian berikut:
1.      Tes Pertanyaan: Siswa diberikan tes tertulis untuk mnyebutkan mcam-macam motif batik Nusantara daerah lain.
2.      Tes Praktik : Praktik Pengenalan diri siswa didepan kelas secara berpasangan.

Semarang,   Januari  2013

Mengetahui,                           
Kepala Sekolah/Madrasah                                          Guru Mata Pelajaran



                                                                                                                       
NIP.                                                                            NIP.

























BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Masih sedikit desain dan strategi pembelajaran yang mengacu pada keterlibatan siswa dalam proses belajar. Padahal siswa lebih senang untuk dilibatkan secara langsung dalam proses pembelajaran. Selain itu, penggunaan startegi pemeblajaran yang hanya menggunakan strategi ceramah belum mampu memaksimalkan pemahaman siswa. Hal ini dikarenakan karakteristik siswa Sekolah Dasar yang masih memiliki pola berfikir kongkrit dalam pembelajaran.
Model pembelajaran  Tebak Gambar menekankan pada pemberian kesempatan belajar yang lebih luas dan suasana yang kondusif kepada siswa untuk memperoleh serta mengembangkan pengetahuan, sikap nilai dan ketrampilan sosial yang bermanfaat bagi kehidupannya di masyarakat. Metode ini menuntut siswa untuk lebih interaktif sehingga dapat menemukan ilmu sendiri. Didalam pembelajaran ini  siswa tidak hanya belajar dari seorang guru tetapi dapat belajar dari siswa lainnya serta mempunyai kesempatan untuk membelajarkan siswa lainnya .

B.     Saran
Untuk menciptakan iklim pembelajaran yang menarik dan interaktif bagi siswa maka perlu adanya keterlibatan siswa untuk menemukan suatu ilmu.  Selain guru memberikan informasi maka selebihnya murid tersebut yang akan mnemukan informasi yang dibutuhkan sendiri.











DAFTAR PUSTAKA


Silabus  SBK Kelas VI Semester 1
RPP SBK Kelas VI Semester 1
Pelatihan Membatik Bagi Guru SMA Se-Kabupaten Bantul Oleh Martono 28 September 2010 diunduh pada 10 desember 2012
Model-Model Pembelajaran yang Efektif diunduh 16 Oktober 2012
Trianto. 2007. Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Prestasi Pustaka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar